Menjaga Jantung Gunung Gede: HIMAPALA STIKOM El Rahma Bersama Hiduplah Hati Indonesia dan Berbagai Komunitas Pendaki Sisir Sampah di Surya Kencana

Cianjur, Interpolpost.com – Harmoni antara kecintaan pada alam dan aksi nyata kembali ditunjukkan oleh Himpunan Mahasiswa Pencinta Alam (HIMAPALA) STIKOM El Rahma. Bersama komunitas Hiduplah Hati Indonesia, dan Berbagai Komunitas Pendaki Lainnya mereka menggelar kegiatan “sisir sampah” di kawasan Surya Kencana, Gunung Gede Pangrango, pada 28-30 Juni 2025. Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan yang dikenal sebagai salah satu titik ikonik dengan hamparan edelweiss abadi.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya berfokus pada upaya membersihkan sampah plastik dan sisa aktivitas pendaki, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab kolektif. Para peserta mendaki dengan semangat kebersamaan, kemudian menyisir jalur dan area camping ground Surya Kencana untuk mengumpulkan sampah yang ditinggalkan oleh pendaki sebelumnya.

Menurut Ketua HIMAPALA STIKOM El Rahma Dede Budiansyah, aksi ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengajak generasi muda agar lebih peka terhadap isu pencemaran gunung. “Gunung bukan tempat sampah. Keindahan Surya Kencana dengan bunga edelweiss abadi adalah warisan yang harus kita jaga bersama, bukan hanya untuk kita nikmati hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” ungkapnya penuh semangat.

Kolaborasi dengan Hiduplah Hati Indonesia memberikan warna tersendiri, sebab komunitas ini telah lama aktif dalam kampanye cinta lingkungan dan edukasi publik mengenai pentingnya pola hidup hijau. Sinergi antara mahasiswa dengan komunitas pecinta alam ini memperlihatkan bahwa kerja sama lintas kelompok adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.

Kegiatan sisir sampah di Surya Kencana juga menjadi ajang pembelajaran lapangan bagi anggota HIMAPALA STIKOM El Rahma, bahwa cinta alam tidak berhenti pada pendakian semata, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak luas. Dengan penuh kesadaran, mereka membawa turun kantong-kantong sampah hasil penyisiran, meski jalur menurun cukup menguji tenaga. Namun, lelah itu terbayar dengan kepuasan karena telah turut menjaga “jantung” Gunung Gede dari ancaman sampah.

Aksi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas pecinta alam lain, juga masyarakat luas, untuk lebih bertanggung jawab dalam setiap aktivitas di alam terbuka. Karena sejatinya, menjaga alam sama artinya menjaga kehidupan. Surya Kencana adalah saksi, bahwa ketika manusia dan alam berjalan beriringan, kelestarian dapat terus terjaga. (Red/YH)

About The Author

  • Related Posts

    Ayah Dua Balita Terbaring Kritis di ICU, Keluarga Menanti Keadilan di Tengah Dugaan Kekerasan Berat

    Tangerang | Interpolpost.com – Di ruang ICU RSUD Balaraja, seorang ayah muda berinisial PG alias Gulo masih berjuang mempertahankan hidupnya. Sementara itu, di rumah, istri dan dua anaknya yang masih…

    Seminar “Bahagia Tanpa Batas” Hadirkan Semangat Hidup Penuh Sukacita bagi Warga Usia Indah Gereja AMIN Jemaat Tangerang Raya

    Tangerang Selatan, Interpolpost.com – Komisi Pelayanan Usia Indah (KUIN) Gereja AMIN Jemaat Tangerang Raya sukses menyelenggarakan Seminar bertajuk “Bahagia Tanpa Batas” pada Sabtu, 25 Juli 2026 bertempat di Gedung Gereja…

    Share via
    Copy link