POSO –INTERPOLPOST.COM – Pembangunan Bendungan Daerah Irigasi Makilaya mendapat apresiasi dari masyarakat. Infrastruktur yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Provinsi dengan nilai anggaran lebih dari Rp1 miliar tersebut dikerjakan oleh CV Kartini Karya pada tahun anggaran 2026.
Kehadiran bendungan ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian, khususnya lahan persawahan masyarakat di wilayah Daerah Irigasi Makilaya.

Warga menilai pembangunan infrastruktur irigasi tersebut merupakan langkah penting dalam mendukung sektor pertanian, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan hasil panen petani.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, pekerjaan pembangunan bendungan telah rampung 100 persen. Kondisi fisik bangunan juga terlihat telah selesai dikerjakan. Namun, kesesuaian mutu pekerjaan dengan spesifikasi teknis perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan pengujian oleh pihak berwenang.
Sementara itu, pihak kontraktor, Ko Hasan, saat ditemui di kediamannya menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Menurutnya, keuntungan bukan menjadi pertimbangan utama, melainkan bagaimana menghasilkan bangunan yang kokoh, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kalau soal keuntungan, itu urusan kedua. Yang paling utama adalah kualitas pekerjaan, supaya bangunan ini kokoh dan bisa digunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” tegas Ko Hasan.
Masyarakat berharap setelah pembangunan selesai, pemerintah tetap melakukan pengawasan, pemeliharaan, serta memastikan fungsi bendungan berjalan optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani.
Dengan selesainya pembangunan Bendungan Daerah Irigasi Makilaya, masyarakat menaruh harapan besar terhadap peningkatan pelayanan irigasi, perkembangan sektor pertanian, serta peningkatan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. ( Victor Montalili )


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.